Suara Kesunyian

Lautan kata membius sarafku
Menuntunku merangkai karya
Namun semu beraura pilu

Bayangmu berlari kecil di khayalku
Senyummu melengkung manis di benakku
Inspirasikan naluri keraguan

Kata matamu berikan isyarat
Kau selalu meronta atas kenyataan
Tak terfikir jinaknya ahtiku
Saat pesonaku gambarkan harapan

Mata indahmu menatap tajam
Mulut kecilmu diam terbungkam
Hanya isyarat ragamu beri makna
Wakil dari pancaran hatimu yang luka

Aku pahami liku hidupmu
Kuhanya mencoba hibur hatimu
Tak terfikir kau terluka dengan tingkahku
Maafkan aku wahai suara kesunyianku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Pujangga

Mengunci Hati

Kuterjaga