Balada Pujangga


Jiwa yang bermain dalam imaji
Bersahabat dengan goresan pena
Menahan naluri dan mengepung hati
Mengais suka duka dalam kata

Beradanya menyayat hati
Hantu-hantu fikiran
Bernyanyi dalam laungan
Uniknya semua harapan

Namun kelakarnya tak puaskan
Jenakanya hanya sepintas melayang
Menghibur dalam jeda isaknya
Mengubur luka hanya sekejap mata

Pujangga tetap benyanyi duka
Karena ia takkan mungkin bahagia
Walaupun bintang dipangkuannya
Tetap ia terselubung air mata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengunci Hati

Kuterjaga