Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2009

Hukumnya

ketika kesucian datang lalu melangkah dan bersujud memuji tuhan dengan kepatuhan tertunduk hilangkan rasa takut kau hadir saat qu butuhkan namun menghukumqu hingga terjepit dan tercekam penuhi paranoid jiwaqu dalam langit impian kembali tegak hadapi rintangan terus panjatkan puji pada tuhan aq takkan ingin kehilangan sampai hatiqu suci dari kebohongan bukanlah mahluk yang sempurna jika dosa tetap bertahan

Duniaqu

Membaurqu pada istana permainan disepanjang usia tak habis warna duniaqu tak tertinggal bahagia penuh impian dan harapan temukan hati arungi mimpi menjadi cinta yang utuh yang menyatu dalam hidupqu bila dapat qu putar waktu qu tak sperti masa kini menaruh mimpiqu pada alam yang sepi hati nurani menangis melihat kawan tak beruntung tak miliki harta dan tahta menderita di negeri tercinta lihatlah kebawah sana menginginkan hati bahagia tapi hati kami menggelap di sebuah lentera qita semua mati dan takkan kembali pada isatana....

Rupa Raja

Tiada lagi pribadi yang agung Meskipun mengaku seorang pemimpin Katanya tau dampaknya Tapi tetap saja dilakukannya Kdzaliman sudah merajalela Sama saja tak kenal usia Pelaku keburukan Bersekutu pada tuhan Tidak pintar juga tak berani Berlagak... jiwa nasionalis tinggi Tetapi khianati bumi pertiwi Menginjak-injak negerinya sendiri Pura-pura tidak tau Kejelekan dipujanya Dibalik itu semua  Kemunafikanlah yang ada.. .

Iman sang Hamba

sambil menunggu mataqu terpejam saat hatiqu jauh dari ketenangan berbaringpun sngguh tak nyaman istanaku laksna hutan yang seram qu terus pandangi kain yang bergoyah melihat dahan dan daun berterbangan dari jendela kamarku tertiup angin yang kencang saat hujan deras dikesunyian malam sepi...sendiri... sssss.....tttt sepintas ada bayangan lain melewati ruangan... mengeluarkan suara yang tak biasa aq mendengarnya sssss....tttt menghanyutkan pikiranqu pada alam yang berbeda qu terus lari dan bersembunyi dibalik lemari yang bercermin tapi bayangan itu... tetap menggangguqu membuat wajahqu memerah dan memucat sulit berteriak seperti gagap percuma juga takkan ada yang membantuku meskipun ada.... itupun bukan teman, sahabat, atau kekasih ialah peri yang dikirim untuk menolongqu dan qu punya Tuhan Dialah Maha Pelindung Hidupqu Sssss....ttttt

Satu Harapan

qu tatap mata yang berbinar pada raut wajah yang terpancar sinar keanggunan... menoleh dan menyeruqu dengan senyum keramahan terjatuh ranting saat musim gugur daunpun berterbangan mengisyaratkan hatimu luluh pada jiwa yang sungguh kau dambakan lepas semua impian itu kebahagiaan datang menjemputmu namun jangan kau resah sebab ratapanmu mengandung arti disetiap mimpi yang kau dapati lihatlah kebelakang karena qu tau... masa lalu tak'kan terulang masa depanpun mungkin sulit kau raih

ketangguhanqu

beginilah ujung dari khyalan tak qu pegang ia menghilang ia ada tapi tak tunjukkan hati yang tenang penuh tantangan entah sanggupkah ia... qu saja lupa pada wujudnya tak qu lihat, dia mengetahuinya apa yang qu dapat dia memilikinya siapa yang bruntung...? disamping matanya melirik tajam tersimpan senyuman... diam tapi mengherankan qu pukul sampai ia menoleh qu berdiri tegak dan beharap ia menyapa dan bertumpu pada dinding yang disandarnya itulah ujung dari semua yang qu punya ia tak punya yang qu miliki direbutnya apa maunya...??tebak siapa dia siapa didalamnya yang menunjukqu pada kedua mata yang menatap tak perlihatkan bentuk tubuhnya... jika kau tebak pasti terus menghilang.