Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 2, 2009

Pilih Teman Atau Musuh

Berteman itu lebih baik daripada sendirian Tetapi lebih baik sendirian daripada Berteman dengan si dzalim Dan janganlah kita bergaul dengan orang yang berbudi rendah karena ia akan menghargai kita dengan harga yang sangat murah berprinsiplah dalam berteman sebab ia akan menjadi kebenaran dan pokok dasar fikiran juga tindakkan kadang kala kita terjeblos dalam lubang yang kita gali sendiri kemungkinan besar teman baik itu akan menjadi musuh dan musuh akan menjadi teman baikmu Tuhan seringkali mempertemukan kita Dengan orang yang salah Sebelum kita bertemu dengan orang yang benar Namun seringkali kita terlalu lama Termenung dengan orang yang salah…? Manusia tidaklah sempurna Namun ketidak sempurnaan itulah Yang membuat manusia lebih baik

Awal Cinta Kita

Cinta… Pada awalnya mata Lalu kata Dan Rasa Rindu… Berbagai rasa Menjadi Satu Luka… Pada awalnya rasa Menjadi siksa Terkadang kita terlalu lama Terjebak dalam cinta yang salah Padahal kereta cinta bahagia Masih menunggu dengan kesetiaan waktu Masih tetap di tempat yang dulu Tempat yang tak pernah kita sadari Karena kita tak terfikir dapat memiliki Di tanah yang paling tinggi Diantara langit dan bumi Qu teriakkan cintaku Untuk kekasih yang telah pergi Masih yang sama… Perasaanku tak terbendung lagi Diantara luasnya samudera Ditengah hamparan bumi ini Qu teriakkan namamu Bahwa aq merindukanmu disini

Rasakan Semua

Berbahagialah bagi sang pencinta Karena hanya dirinya yang beri bahagia Jangan mundur tebarkan sayangnya Karena manusia lahir untuk mencinta Beruntunglah orang-orang yang terluka Karena dengan terluka Ia akan belajar untuk mencinta Beruntunglah bagi orang yang merana Karena dengan merana Ia membutuhkan cinta Kita tidak akan merasa memiliki Sebelum kita merasakan kehilangan Kita tidak akan merasa beruntung Sebelum kita merasakan celaka Suka dan duka adalah kodrat alam Semua akan berlalu dan terjawab oleh waktu

Dirimu

Berhati-hatilah terhadap fikiran dan perasaanmu Karena ia akan menjadi ucapanmu Berhati-hatilah terhadap ucapanmu Karena ia akan menjadi perbuatanmu Berhati-hatilah terhadap perbuatanmu Karena ia akan menjadi kebiasaanmu Berhati-hatilah terhadap kebiasaanmu Karena ia akan menjadi karaktermu Berhati-hatilah terhadap karaktermu Karena ia akan menjadi penunjuk siapa sebenarnya dirimu

Hentikanqu

Mata ini sulit sekali terpejam Otakku tak bisa berhenti memikirkanmu Hatikupun tak pernah tenang Merasa jauh darimu Hanyalah perasaan resah dan gelisah Menghantui setiap waktuku Seolah ku merasakan Kebahagiaan yang ku dapat Hanya ketika dekat denganmu Dan selalu bersamamu Tak ada yang mampu Kulakukan untukmu Setelah kau pergi… Ku hanya bisa mengingatmu Membutuhkanmu, Merindukanmu Dan menunggumu disini Smua itu tak’kan berakhir Tak mudah terlupakan olehku Sampai kapanpun… Sampai ku tak mampu melihatmu lagi Ku tetap mencintaimu selamanya Ketika rasa sayangku begitu dalam Cintamu tlah ku genggam Seperti ku memelukmu Dan tak ingin melepaskannya Sungguh berat diri ini Mengijikankan kau pergi Meninggalkan qu sendiri Dari sebuah mimpi indah Hingga datang sebuah asa Yang ada didepan mata Tapi ternyata… Semua itu sia-sia Cinta yang tlah terbentuk dengan sempurna Begitu mudah kau hancurkan sekejap saja

Memori Hati

Seperti yang aku Pinta Membelitakan besutan serupa Memori hatiku hampir penuh Sudah ku setting bergiga-giga Bayangmu… Ah…tak hank juga… Memilih jalan hecker tandingan Virus-virus asmara tak hilangkan data Perisaiku terlalu lemah menginstal sempurna Lagi… Lagi… Shutdown disini

Dalam

Dalam Laut Mati… Sepi… Ada Sebuah Hati… Terbungkam Jarak… Tak Beriak… Hanya Ratap… Menopang Sepi… Nyanyian Ilusi… Bertanya Lirih… Kapan Kau kembali??? Rusa Berlari Mengejar… Tertawa… Hampir Mati Dalam Permainan Rimba Malaikat Maut Terbang Perlahan Mendekat Menggelayut… Menina-bobokan Resah Hampir Mati Dalam Celotehnya

Dalam Lelapku

Kemarin kau ucapkan kata sayang ditelingaku Sekarang kau tinggalkan jauh diriku Dalam langkah rintik hati Ku tetap berdiri menanti mentari Merah aku terpanggung malu Ketika kau ucap “Aku Cinta Kamu” Merona dalam fajar duka ketika kau bilang “Sampai Jumpa Sayang” Biarlah menjadi dilemma Aku dan kamu jalani kisah yang salah Tapi biarlah kau usili tidurku Karena dinyenyakku Ku mau kau hadir untuk bersalaman Dan mengucapkan kata “Selamat Datang Sayang”

Menyimpan Rasa

Di kesunyian hati yang berbalut sepi dan hampa Ku terus berikrar mewujudkan mimpi yang Kan qu gapai dalam setiap langkah Terbesit satu harapan jelas Ketika rasa bimbang terkunci diantara Kekosongan hati Tetaplah hilang meninggalkan Kenangan yang terlewati Kekuatan memberikan semangat besar Tuk hadapi duniaku Namun semakin sempit harapan itu Tuk dapatkan impian yang ada dijalanku “apa yang terucap, tak mungkin sama yang diperbuat” tiada yang kuhadapi selain mengikuti ego dan nafsuku tak akan ku menentang ataupun melawannya jika itu sudah menjadi takdir dalam hidupku akankah beban ini kan lepas dari jalanku atau ku biarkan kenangan pahit itu tiada berakhir “masa lalu takkan mungkin terulang, masa depanpun tak mudah tuk diraih tapi jika ku terus membungkam cinta sejati mejauh pergi maka ucapkanlah kasih sayang itu meski tak menjadikan cinta yang utuh selamanya perasaaan yang ku pendam rinduku yang tertahan Hasratku tuk ucapkan satu kata yang bermakna tersimpan dilubuk hati yang terdalam

Bukan Kamu

Bukan Kamu Jika kau bayangkan Mungkin sekejap ku kembali padamu Tapi sudah lama kau kutinggalkan Karena ku tak ingin Maut datang menjemputku Aku sadar… Dikala kusendiri Kaulah yang selalu menemaniku Hingga menjadi kekasih setiap waktu Yang memberi segala inspirasi hidup yang membuatku percaya diri Siapa yang tak suka denganmu?? Kau menjadi buah bibir dinegeriku Tubuhmu yang mungil Dan aromamu menusuk hati para lelaki Akupun ingin menikmatinya Tiada yang sanggup berhenti Atau menghindar darimu Sungguh kau pemuas hasrat Meiliki daya tarik yang kuat Tak heran kau menjadi pilihan menjadi dambaan setiap orang sayang!! Kaulah jiwa yang terlarang Kau tumbuh dan menyakitkan kau telah mematikan banyak orang… Bukan Kamu! Tapi Rokok yang kamu Hisap… Tercium olehku

Ultah-Qu

Angin itu telah pulang kepangkuanmu Sekian lama pergi Disaat detik-detik jam berdenting Di kesunyian…larutnya malam Terlelap dalam mimpi-mimpi indah mereka Yang selalu dinanti dalam sekali setahun Tiada terungkapkan rasa syukur yang lebih dalam dari lautan atlantik membentang tiada terbendung rasa bahagia seperti banyu yang bergelombang disaat berganti usiamu yang bertambah satu kerlap-kerlip cahaya bintang ceria rumput hijau gembira menari-nari mentari tersenyum ketika bangun dari tidurnya ikut bergembira menyapa hari istimewamu biarkan angin, badai, pergi saat menyapamu biarkan kaki mu melangkah jauh biarkan anganmu menggapai syurga biarkan mimpimu berbuah manis namun niat hati yang kuat tuk menggapai cita-citamu tak akan luntur ditelan lumpuran bumi

Perjuanganku

Kau lalui hari ini penuh cinta Penuh kasih, semangat meyongsong Kau berikan sedikit kasihmu Dan sayangmu menyapa Kau buat ku lelah tuk berfikir menanti jawabmu yang tak pasti ku lewati hariku memikirkanmu kau gantung semua cinta dan sayang suka dan kasih kau gantung hingga tak jelas tak tentu arah qu tak tau harus bagaimana lagi mencoba tuk memahamimu dan mengertimu betapapun ku berusaha agar kamu mencintaiku dengan sepenuh hatimu dan membiarkanku memilikimu seutuhnya tetap saja ku tak bisa betapa berusahanya aq makin berusahanya aq betapa pun hati ini berontak, marah, benci namun qu tak sanggup qu terlalu mencintaimu hingga tak mampu hati ini membencimu setiap saat qu bahagia mengenang, mengingat, menjalani hari bersama kamu namun pada saat bersamaan kamu buat ku sedih, menangis dan tertekan kadang qu berfikir untuk apa qu berubah kalau ternyata qm tak akan menjadi milikqu aq tetap kan bahagia walau sakit hari-hari terakhirku di indonesia menjadi satu kenangan berarti bagiku