Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 3, 2009

Pencuri Hatimu

Akan kucuri hatimu Dalam bisik tawa kecilku Memayungi dinginnnya tingkahmu Memanasi redam api hatimu Akan kucuri hatimu… Dalam rayu canda hangatku Remukkan cerita pilu Luka hatimu kubuat berlagu Akan kucuri hatimu Kala hujan turun rintik Tinggalkan engkau renungkan pilu kuhinggap dihatimu Tawarkan kesukaan sepatah kata Akan kucuru hatimu Dalam nyenyak pejam matamu Bisikku merayu rindu mimpi indahmu Perhatikanku..pahami aku… Pencuri hatimu….

Mengunci Hati

MENGUNCI HATI Yang kuserami Tersapu terhantar sunyi Padam hati didalam hati menyentuh rindu cahaya pelangi Aku ingin bertemu rindu Mekar bunga dalam hati Harum mimpi dalam jiwaku Tapi aku tiada tahu Sebab senyummu semu Kau kelam terlibat terang Permainan engkau mnyakitkan Kau tenggelam dipantai hati Mengunci hati… Mengunci hati… Mengunci hati…

Tanpa Rasa

Menepis kembali merah hati yang tersakiti Jika nafas tak mampu menghela rasa Maka biarlah aroma kaktus mengelupas Memerihkan mata, menajamkan derita Pengakuan halus melembutkan setruman berita Kau disana terluka terpenjara kata Mata tanpa berdusta berbicara senja Namun tetap memilih setitik cahaya Difajar duka Mungkin rasamu hanya untukmu Namun terbaikku curahkan kepadamu Tertanam kuat air mata melayat Jika aku harus pergi Relakanlah… Duakanlah aku ketika kuhilang tertelan realita Jangan tangisi jejak langkahku Karena seribu langkah kecilku Maju selangkah mencibir rasamu Manisku tersimpan amarah cinta Asmara perih kematian menganga meminta Dating sayang untuk terbuang namun tak apa esok pagi kita pasti bersama

Opera Cinta

Jika ternyata dinginnya hati Tak jua kacaukan niatmu.. Maka biarlah dia mengalir Menguapkan harapan kelabu Aliran itu mengantarkan kabut Yang menuruni bukti-bukit peluapan Sehingga luapan perasaanpun samar dimataku Jeda waktu meminta tawa kita Nyanyian rindu mengalun iringi nada Hingga desir darahku meyatu dalam nadimu Ku tobatkan hati dalam opera cinta kita Kini… Biarkan aku pergi bersama luka Tertatih dan perih mengiris raga Menampar gelisah membuang cerita Kau dan aku… Harus mati dalam pijak yang sama Tapi biarlah sakit ini Iringi langkah kecilmu menjauh…

sekedar berharap

Bukanlah manusia Bila peta logika tak bernoda Terlebih pada cacing-cacing menjijikan Menggemburkan tanah dalam hikmah Saat laut dan hawa nafsu berseteru Masih ditemaran cahaya Ku ingin kau melihat cinta…!!! Bocah kecil bermain layang-layang Menggulung benak dan mengulur riak Dalam permainan jingga Masih di asmara rayu aku bicara…!!! Terbentuk kendala pada nama Terhampar hasil kebun di taman cinta Aku petik seadanya… Sekedar berharap Hanya bisa mengucap syukur Penguat hati…dalam kubur… Ku terjaga diindah derita

Kuterjaga

Aliran suara ghaib Mendengkur dalam keterjagaanku Memanggil sebaris nama dalam lelapku Di jeda nafas… satu tarikan rindu terlepas Dahaga mesra berjelaga Dalam keterpurukan hasrat Menciumi tanah basah Dalam sebuah gambar morgana Hanya sebaris larik Kunikmati dengan khidmat Dalam kesendirian kelam Kumasukkan senyummu dalam bahasa alam Kemhadasyatan surga redam
Aliran suara ghaib Mendengkur dalam keterjagaanku Memanggil sebaris nama dalam lelapku Di jeda nafas… satu tarikan rindu terlepas Dahaga mesra berjelaga Dalam keterpurukan hasrat Menciumi tanah basah Dalam sebuah gambar morgana Hanya sebaris larik Kunikmati dengan khidmat Dalam kesendirian kelam Kumasukkan senyummu dalam bahasa alam Kemhadasyatan surga redam

Rahasia

Rangkaian bunga.. Terpasang menjuntai lara Rahasia malaikat Menunjuk bintang tak kulihat Cahayanya terang Namun tak menenangkan Beribu kunang-kunang melayang Meyanyikan lau-lagu kematian Aku terbang dalam bimbang Melayangkan perasaan Dalam kerinduan Pada satu nama yang terbaca dalam duka

Salahkahku

ku coba tuk tidak memikirkanmu mengenang dan mengingatmu mencoba bertahan melalui hari tanpamu namun tak kuasa ku melupakanmu ingatku kan dirimu membuatku tak bisa berhenti memikirmu selalu mengganggu ku kala tidur mengusikku dalam kenangmu kau ku harapkan disini denganku disampingku selalu namun ku tau kau tak bisa ku tau kau tak ingin karena ku tak pantas disampingmu menemani langkahmu melalui hari yang sepi Setiap saat, detik, menit, jam, ingatku padamu Saat-saat selalu bersamamu Mebawaku terbang dan terjatuh Menari diatas awan terasa surga dihadapanku Kau bawa ku pula ketempat Yang membuatku tersiksa dan tertekan Salahkah ku bila aq egois Mengambil yang bukan milikku Kan kusanggupi semampuku Apa yang kamu mau Asalkan kau menjadi milikku, cintaku sayangku Dan tak membaginya dengan yang lain Apa lagi yang harus kulakukan Agar mendapatimu Mencintaimu adalah penderitaan yang nikmat Menyayangimu adalah duka yang menyenangkan Merindukanmu adalah pedih lara yang indah Kamu anugerah terind...

Kepastian

ku tak tau apa yang kurasa tak mengerti apa yang ada dipikiranmu ku senang berada didekatmu kunikmati kedekatan ini walau… inginku kau ada disini inginku kau jujur padaku tapi… tak tau kenapa slalu tak ada jawaban ku ngim satu yang pasti satu kata cinta satu kalimat kasih satu pernyataan sayang tak bisa ku baca pikirmu tak mampu tuk mencarinya entah kapan jawaban itu ada ku masih disini, tetap disini menanti jawaban pasti darimu menanti cinta kan dating memberi cerah hatiku membawaku terbang…

Menunggu Jawabmu

Keindahan yang ku rasa saat ini Akankah selalu ada? Cinta yang mulai bersemi Mestikah ku biarkan terus hingga berbunga??? Ku jalani cintaku walau tak pasti ku lalui hariku dengan rindu yang tak bertepi tak tau apa yang ditunggu tak mengerti akankah cinta terbalas kau slalu ku tunggu kau ku nanti… kau kan slalu ku rindu kau hanya ada di hatiku