Jerit Senyumku

Purnama kembali menjelang
Membuka pintu akhir perjalanan
Membingkis narasi kasih jadi kenangan
Sadarkanku dari lelapnya keangkuhan

Cerita lalu hantui hati kecilku
Menangis piludalam senyumku
Merona kembali dalam gelakku
Teranyam sebingkis pita kekalahanmu

Hilangkan wangi auramu
Kau ciptakan kekalahan dalam senyummu
Pahit madu racun imanmu
Kutakbirkan kemenangan dalam isakku
Saat mawa-mawar bersemi
Semusim gugur tinggalkan tajamnya duri
Kelopak bunga terlepas dahannya
Hembuskan harum terakhir eloknya
Ikrarmu duri tangkai lisan hatimu
Menusuk perih goreskan luka baru
Tingkahmu temukan kemenangan tangisku
Peri-peri mawar temani jerit senyumku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Pujangga

Mengunci Hati

Kuterjaga