kisah ladang
di dangau inilah terurai cerita bersama saat fajar tiba mengegah dipinggiran bencah menyaksikan hijaunya gaga seri gunung begitu sempurna rasakan embun pagi hari buatku tergiur tuk turun mendiami pemukiman panorama laksana nirwana sepagian hiasi perhatian menikmati dinginnya hati qu fikir tak ubahnya... manakala lazuardi menyapa indahanya pagi yang cerah bersimpuhqu mendekap selimut langit biru sejukkan fikiran qu ukir namamu pada batu nilam syair terhenti...diriqu bergumam bertitah dengan alam