Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2009

Keindahan Dunia

Ketika pertama kali kau melihatku Kemudian… Kau tatapku dan penuh Tanya Akupun memandangmu dengan Sejuta makna Sungguh indah dan mempesona Kerudungmu… Terlebih mempercantik dunia Membuatku mendambakannya Ada apa difikiranku?? Setiap waktu ku terbayang dirinya Mungkinkah aq jatuh cinta kepadanya Biarlah ku menjadi pengagum rahasiamu Kau tak’kan tau dalamnya perasaanku Yang ku tau, aq tak pantas Memiliki wanita cantik sepertimu Sungguh kau wanita yang sempurna Di mataku Kau tetap yang terindah Tapi, jangan kau pandangiku seperti dulu Bisa saja kau yang jatuh hati padaku

Qu Relakanmu

Jika itu adalah yang terbaik untukmu Kan ku ikhlaskan kepergianmu Tak usah kau pedulikanku Meski tanpamu disini Akupun tetap bahagia karena tlah memilikimu yakinlah suatu saat kita pasti bersama lagi segala impian terwujud kembali percayalah, bahwa tuhan sangat memahami dan mengerti perasaan serta keinginan kita ku kan berdoa untukmu qu kan slalu berharap kau tak’kan melupakanku rasa sayangku tak mungkin hilang kepadamu pergilah sayang… jangan jatuhkan air matamu di hadapku sungguh tak kuasa menyaksikan tangisanmu tersenyumlah selalu, saat kau pergi dan berikanlah senyuman itu ketika kau datang kembali

Gadis Berlagu

Masih disana Gadis duduk termenung bersenandung Berhati duka tafsirkan derita Duduk sendiri berhati khawatir Menunggu air mata jatuh mengalir Senandungnya mengalun merayu Lemahkan detak nadi merindu Renungan malam buatnya berlagu Sendu… Tertunduk tersembunyi sepi Terdiam sekejap berlagu lagi Khayalkan bunga sejati menemani Masih lagi…. Gadis termenung sendiri Tetap disana Gadis duduk termenung bersenandung Menunggu fajar lemahkan rindu Terkejut berlagu dan merasa Rupanya ia mutiara jiwa

Hanya Bayangan

Terbayang wajah manismu Saat tidur dan terbangun Mengisyaratkan rinduku Yang tak pernah hilang Dan tanpa terhenti Mengikuti setiap jejak langkahku Sekejap bayangmu menjauh Tapi senyummu... Berikan keceriaan dalam hidupku Hadirkan wujudmu Persembahkan cinta untukku... Meski bayangmu itu Semu.... Sirna....di mataku

Gelak Rahasiamu

Berbinar hati dalam gelakmu Sabarkan diamku Matikan aku Gelakmu rayu Tenggelam dalam malam Mencari jawaban Gelak rahasiamu...??? Tada suara pilu Gelakmu meredam rindu Mencari jawaban Gelak rahasimu...??? Sunyi sekitarku Matikan aku Mencari jawaban Gelak rahasiamu...???

Izinkanku Memilih

Jiwaku boleh memilih Diam adalah jawaban kalbu Rasakan selingkuh bunga dalam semak Merayu cahaya binary mataku Jikaku boleh memilih Kupukul karam dalam berlayar agar damai bayu terasa menerima segala yang ada jiku boleh memilih purnama penjarakan rasi bintang peri malam kepakkan sayap ketenangan setiap waktu Laksamana asmara kehilangan aura Aku mohon satu cahaya Izinkanku memilih…

Melayang Pulang

Kau karuniai aku Dengan hujanan kasih sayang nikmatnya dunia tersembunyi riang melayang pulang datang fikiran menungggu panggilan pembungkus rindu harap wajah tersentuh sayang mencinta kelemahan.. terdiam terbisik engkau terkenang bunga sejati layu ditaman sunyi hatiku engkau letakkan dalam gelap nilam hitam kelam hatiku saying merana dalam ha rapan melihat baying melayang pulang

Kisah Kita

Senyuman pernah tersirat Air mata pernah menetes Semua menjadi titian harapan saat kita saling mengerti saat kita saling berbagi yang menangis adalah kenangan yang tertawa adalah kisah indah kau beri warna duniaku saatku memudar dan samara kau papahku kebali tegak saat rapuhku menjulang didekatmu aku tenang disampingmu aku terlindungi yang tersisa adalah kisah ini dan perasaan hati yang menggantung untukmu adalah penerang dan imajiku bisikkan kata kau adalah penyemangatku beri sejuta warna duniaku

Ilhami Dirimu

Petikan petikan gitar mengalun lirih Ilhami hadirnya penuat rinduku Tegarkan kembali rapuhnya bathinku Mengalun kembali jarring-jaring ceriaku Saat pili menahan senyumku Kau beri canda gurauan kasihmu Saat luka bathinku semakin parah Kau balut dengan senyum terindah Kau ajariku menyulam bahagia Kau memapahku tegak tuk berirama Tinggalkan hantaman rinduku yang mencibir Dan memaki seluruh kelemahan rinduku Irama langkahmu mengalun sendu Iringi Tanya hati kecilku Kutunggu senyum tulus dihati hadirkan warna berjuta mimpi Tanda kasih yang bersemi Kuilhami hadirmu nyata melindungi

Kepergianmu

Haruskah qu datang Melihatnya pergi jauh Yang tak’kan mungkin kembali Sedang air mataku Terus jatuh dihadapannya Yang tak bisa berhenti sebelum mengikhlaskan kepergiannya qu tak siap untuk berpisah pasti disini ku kan tersiksa Aku tak’kan rela jika kau meninggalkanku selamanya aku tak ingin bertemu denganmu yang ku mau perlahan kau hentikan jejak langkahmu itu bukan mengalihkan pandangan lalu berkata kepadaku “tersenyumlah selalu”

Pencuri Hatimu

Akan kucuri hatimu Dalam bisik tawa kecilku Memayungi dinginnnya tingkahmu Memanasi redam api hatimu Akan kucuri hatimu… Dalam rayu canda hangatku Remukkan cerita pilu Luka hatimu kubuat berlagu Akan kucuri hatimu Kala hujan turun rintik Tinggalkan engkau renungkan pilu kuhinggap dihatimu Tawarkan kesukaan sepatah kata Akan kucuru hatimu Dalam nyenyak pejam matamu Bisikku merayu rindu mimpi indahmu Perhatikanku..pahami aku… Pencuri hatimu….

Mengunci Hati

MENGUNCI HATI Yang kuserami Tersapu terhantar sunyi Padam hati didalam hati menyentuh rindu cahaya pelangi Aku ingin bertemu rindu Mekar bunga dalam hati Harum mimpi dalam jiwaku Tapi aku tiada tahu Sebab senyummu semu Kau kelam terlibat terang Permainan engkau mnyakitkan Kau tenggelam dipantai hati Mengunci hati… Mengunci hati… Mengunci hati…

Tanpa Rasa

Menepis kembali merah hati yang tersakiti Jika nafas tak mampu menghela rasa Maka biarlah aroma kaktus mengelupas Memerihkan mata, menajamkan derita Pengakuan halus melembutkan setruman berita Kau disana terluka terpenjara kata Mata tanpa berdusta berbicara senja Namun tetap memilih setitik cahaya Difajar duka Mungkin rasamu hanya untukmu Namun terbaikku curahkan kepadamu Tertanam kuat air mata melayat Jika aku harus pergi Relakanlah… Duakanlah aku ketika kuhilang tertelan realita Jangan tangisi jejak langkahku Karena seribu langkah kecilku Maju selangkah mencibir rasamu Manisku tersimpan amarah cinta Asmara perih kematian menganga meminta Dating sayang untuk terbuang namun tak apa esok pagi kita pasti bersama

Opera Cinta

Jika ternyata dinginnya hati Tak jua kacaukan niatmu.. Maka biarlah dia mengalir Menguapkan harapan kelabu Aliran itu mengantarkan kabut Yang menuruni bukti-bukit peluapan Sehingga luapan perasaanpun samar dimataku Jeda waktu meminta tawa kita Nyanyian rindu mengalun iringi nada Hingga desir darahku meyatu dalam nadimu Ku tobatkan hati dalam opera cinta kita Kini… Biarkan aku pergi bersama luka Tertatih dan perih mengiris raga Menampar gelisah membuang cerita Kau dan aku… Harus mati dalam pijak yang sama Tapi biarlah sakit ini Iringi langkah kecilmu menjauh…

sekedar berharap

Bukanlah manusia Bila peta logika tak bernoda Terlebih pada cacing-cacing menjijikan Menggemburkan tanah dalam hikmah Saat laut dan hawa nafsu berseteru Masih ditemaran cahaya Ku ingin kau melihat cinta…!!! Bocah kecil bermain layang-layang Menggulung benak dan mengulur riak Dalam permainan jingga Masih di asmara rayu aku bicara…!!! Terbentuk kendala pada nama Terhampar hasil kebun di taman cinta Aku petik seadanya… Sekedar berharap Hanya bisa mengucap syukur Penguat hati…dalam kubur… Ku terjaga diindah derita

Kuterjaga

Aliran suara ghaib Mendengkur dalam keterjagaanku Memanggil sebaris nama dalam lelapku Di jeda nafas… satu tarikan rindu terlepas Dahaga mesra berjelaga Dalam keterpurukan hasrat Menciumi tanah basah Dalam sebuah gambar morgana Hanya sebaris larik Kunikmati dengan khidmat Dalam kesendirian kelam Kumasukkan senyummu dalam bahasa alam Kemhadasyatan surga redam
Aliran suara ghaib Mendengkur dalam keterjagaanku Memanggil sebaris nama dalam lelapku Di jeda nafas… satu tarikan rindu terlepas Dahaga mesra berjelaga Dalam keterpurukan hasrat Menciumi tanah basah Dalam sebuah gambar morgana Hanya sebaris larik Kunikmati dengan khidmat Dalam kesendirian kelam Kumasukkan senyummu dalam bahasa alam Kemhadasyatan surga redam

Rahasia

Rangkaian bunga.. Terpasang menjuntai lara Rahasia malaikat Menunjuk bintang tak kulihat Cahayanya terang Namun tak menenangkan Beribu kunang-kunang melayang Meyanyikan lau-lagu kematian Aku terbang dalam bimbang Melayangkan perasaan Dalam kerinduan Pada satu nama yang terbaca dalam duka

Salahkahku

ku coba tuk tidak memikirkanmu mengenang dan mengingatmu mencoba bertahan melalui hari tanpamu namun tak kuasa ku melupakanmu ingatku kan dirimu membuatku tak bisa berhenti memikirmu selalu mengganggu ku kala tidur mengusikku dalam kenangmu kau ku harapkan disini denganku disampingku selalu namun ku tau kau tak bisa ku tau kau tak ingin karena ku tak pantas disampingmu menemani langkahmu melalui hari yang sepi Setiap saat, detik, menit, jam, ingatku padamu Saat-saat selalu bersamamu Mebawaku terbang dan terjatuh Menari diatas awan terasa surga dihadapanku Kau bawa ku pula ketempat Yang membuatku tersiksa dan tertekan Salahkah ku bila aq egois Mengambil yang bukan milikku Kan kusanggupi semampuku Apa yang kamu mau Asalkan kau menjadi milikku, cintaku sayangku Dan tak membaginya dengan yang lain Apa lagi yang harus kulakukan Agar mendapatimu Mencintaimu adalah penderitaan yang nikmat Menyayangimu adalah duka yang menyenangkan Merindukanmu adalah pedih lara yang indah Kamu anugerah terind...

Kepastian

ku tak tau apa yang kurasa tak mengerti apa yang ada dipikiranmu ku senang berada didekatmu kunikmati kedekatan ini walau… inginku kau ada disini inginku kau jujur padaku tapi… tak tau kenapa slalu tak ada jawaban ku ngim satu yang pasti satu kata cinta satu kalimat kasih satu pernyataan sayang tak bisa ku baca pikirmu tak mampu tuk mencarinya entah kapan jawaban itu ada ku masih disini, tetap disini menanti jawaban pasti darimu menanti cinta kan dating memberi cerah hatiku membawaku terbang…

Menunggu Jawabmu

Keindahan yang ku rasa saat ini Akankah selalu ada? Cinta yang mulai bersemi Mestikah ku biarkan terus hingga berbunga??? Ku jalani cintaku walau tak pasti ku lalui hariku dengan rindu yang tak bertepi tak tau apa yang ditunggu tak mengerti akankah cinta terbalas kau slalu ku tunggu kau ku nanti… kau kan slalu ku rindu kau hanya ada di hatiku

Pilih Teman Atau Musuh

Berteman itu lebih baik daripada sendirian Tetapi lebih baik sendirian daripada Berteman dengan si dzalim Dan janganlah kita bergaul dengan orang yang berbudi rendah karena ia akan menghargai kita dengan harga yang sangat murah berprinsiplah dalam berteman sebab ia akan menjadi kebenaran dan pokok dasar fikiran juga tindakkan kadang kala kita terjeblos dalam lubang yang kita gali sendiri kemungkinan besar teman baik itu akan menjadi musuh dan musuh akan menjadi teman baikmu Tuhan seringkali mempertemukan kita Dengan orang yang salah Sebelum kita bertemu dengan orang yang benar Namun seringkali kita terlalu lama Termenung dengan orang yang salah…? Manusia tidaklah sempurna Namun ketidak sempurnaan itulah Yang membuat manusia lebih baik

Awal Cinta Kita

Cinta… Pada awalnya mata Lalu kata Dan Rasa Rindu… Berbagai rasa Menjadi Satu Luka… Pada awalnya rasa Menjadi siksa Terkadang kita terlalu lama Terjebak dalam cinta yang salah Padahal kereta cinta bahagia Masih menunggu dengan kesetiaan waktu Masih tetap di tempat yang dulu Tempat yang tak pernah kita sadari Karena kita tak terfikir dapat memiliki Di tanah yang paling tinggi Diantara langit dan bumi Qu teriakkan cintaku Untuk kekasih yang telah pergi Masih yang sama… Perasaanku tak terbendung lagi Diantara luasnya samudera Ditengah hamparan bumi ini Qu teriakkan namamu Bahwa aq merindukanmu disini

Rasakan Semua

Berbahagialah bagi sang pencinta Karena hanya dirinya yang beri bahagia Jangan mundur tebarkan sayangnya Karena manusia lahir untuk mencinta Beruntunglah orang-orang yang terluka Karena dengan terluka Ia akan belajar untuk mencinta Beruntunglah bagi orang yang merana Karena dengan merana Ia membutuhkan cinta Kita tidak akan merasa memiliki Sebelum kita merasakan kehilangan Kita tidak akan merasa beruntung Sebelum kita merasakan celaka Suka dan duka adalah kodrat alam Semua akan berlalu dan terjawab oleh waktu

Dirimu

Berhati-hatilah terhadap fikiran dan perasaanmu Karena ia akan menjadi ucapanmu Berhati-hatilah terhadap ucapanmu Karena ia akan menjadi perbuatanmu Berhati-hatilah terhadap perbuatanmu Karena ia akan menjadi kebiasaanmu Berhati-hatilah terhadap kebiasaanmu Karena ia akan menjadi karaktermu Berhati-hatilah terhadap karaktermu Karena ia akan menjadi penunjuk siapa sebenarnya dirimu

Hentikanqu

Mata ini sulit sekali terpejam Otakku tak bisa berhenti memikirkanmu Hatikupun tak pernah tenang Merasa jauh darimu Hanyalah perasaan resah dan gelisah Menghantui setiap waktuku Seolah ku merasakan Kebahagiaan yang ku dapat Hanya ketika dekat denganmu Dan selalu bersamamu Tak ada yang mampu Kulakukan untukmu Setelah kau pergi… Ku hanya bisa mengingatmu Membutuhkanmu, Merindukanmu Dan menunggumu disini Smua itu tak’kan berakhir Tak mudah terlupakan olehku Sampai kapanpun… Sampai ku tak mampu melihatmu lagi Ku tetap mencintaimu selamanya Ketika rasa sayangku begitu dalam Cintamu tlah ku genggam Seperti ku memelukmu Dan tak ingin melepaskannya Sungguh berat diri ini Mengijikankan kau pergi Meninggalkan qu sendiri Dari sebuah mimpi indah Hingga datang sebuah asa Yang ada didepan mata Tapi ternyata… Semua itu sia-sia Cinta yang tlah terbentuk dengan sempurna Begitu mudah kau hancurkan sekejap saja

Memori Hati

Seperti yang aku Pinta Membelitakan besutan serupa Memori hatiku hampir penuh Sudah ku setting bergiga-giga Bayangmu… Ah…tak hank juga… Memilih jalan hecker tandingan Virus-virus asmara tak hilangkan data Perisaiku terlalu lemah menginstal sempurna Lagi… Lagi… Shutdown disini

Dalam

Dalam Laut Mati… Sepi… Ada Sebuah Hati… Terbungkam Jarak… Tak Beriak… Hanya Ratap… Menopang Sepi… Nyanyian Ilusi… Bertanya Lirih… Kapan Kau kembali??? Rusa Berlari Mengejar… Tertawa… Hampir Mati Dalam Permainan Rimba Malaikat Maut Terbang Perlahan Mendekat Menggelayut… Menina-bobokan Resah Hampir Mati Dalam Celotehnya

Dalam Lelapku

Kemarin kau ucapkan kata sayang ditelingaku Sekarang kau tinggalkan jauh diriku Dalam langkah rintik hati Ku tetap berdiri menanti mentari Merah aku terpanggung malu Ketika kau ucap “Aku Cinta Kamu” Merona dalam fajar duka ketika kau bilang “Sampai Jumpa Sayang” Biarlah menjadi dilemma Aku dan kamu jalani kisah yang salah Tapi biarlah kau usili tidurku Karena dinyenyakku Ku mau kau hadir untuk bersalaman Dan mengucapkan kata “Selamat Datang Sayang”

Menyimpan Rasa

Di kesunyian hati yang berbalut sepi dan hampa Ku terus berikrar mewujudkan mimpi yang Kan qu gapai dalam setiap langkah Terbesit satu harapan jelas Ketika rasa bimbang terkunci diantara Kekosongan hati Tetaplah hilang meninggalkan Kenangan yang terlewati Kekuatan memberikan semangat besar Tuk hadapi duniaku Namun semakin sempit harapan itu Tuk dapatkan impian yang ada dijalanku “apa yang terucap, tak mungkin sama yang diperbuat” tiada yang kuhadapi selain mengikuti ego dan nafsuku tak akan ku menentang ataupun melawannya jika itu sudah menjadi takdir dalam hidupku akankah beban ini kan lepas dari jalanku atau ku biarkan kenangan pahit itu tiada berakhir “masa lalu takkan mungkin terulang, masa depanpun tak mudah tuk diraih tapi jika ku terus membungkam cinta sejati mejauh pergi maka ucapkanlah kasih sayang itu meski tak menjadikan cinta yang utuh selamanya perasaaan yang ku pendam rinduku yang tertahan Hasratku tuk ucapkan satu kata yang bermakna tersimpan dilubuk hati yang terdalam

Bukan Kamu

Bukan Kamu Jika kau bayangkan Mungkin sekejap ku kembali padamu Tapi sudah lama kau kutinggalkan Karena ku tak ingin Maut datang menjemputku Aku sadar… Dikala kusendiri Kaulah yang selalu menemaniku Hingga menjadi kekasih setiap waktu Yang memberi segala inspirasi hidup yang membuatku percaya diri Siapa yang tak suka denganmu?? Kau menjadi buah bibir dinegeriku Tubuhmu yang mungil Dan aromamu menusuk hati para lelaki Akupun ingin menikmatinya Tiada yang sanggup berhenti Atau menghindar darimu Sungguh kau pemuas hasrat Meiliki daya tarik yang kuat Tak heran kau menjadi pilihan menjadi dambaan setiap orang sayang!! Kaulah jiwa yang terlarang Kau tumbuh dan menyakitkan kau telah mematikan banyak orang… Bukan Kamu! Tapi Rokok yang kamu Hisap… Tercium olehku

Ultah-Qu

Angin itu telah pulang kepangkuanmu Sekian lama pergi Disaat detik-detik jam berdenting Di kesunyian…larutnya malam Terlelap dalam mimpi-mimpi indah mereka Yang selalu dinanti dalam sekali setahun Tiada terungkapkan rasa syukur yang lebih dalam dari lautan atlantik membentang tiada terbendung rasa bahagia seperti banyu yang bergelombang disaat berganti usiamu yang bertambah satu kerlap-kerlip cahaya bintang ceria rumput hijau gembira menari-nari mentari tersenyum ketika bangun dari tidurnya ikut bergembira menyapa hari istimewamu biarkan angin, badai, pergi saat menyapamu biarkan kaki mu melangkah jauh biarkan anganmu menggapai syurga biarkan mimpimu berbuah manis namun niat hati yang kuat tuk menggapai cita-citamu tak akan luntur ditelan lumpuran bumi

Perjuanganku

Kau lalui hari ini penuh cinta Penuh kasih, semangat meyongsong Kau berikan sedikit kasihmu Dan sayangmu menyapa Kau buat ku lelah tuk berfikir menanti jawabmu yang tak pasti ku lewati hariku memikirkanmu kau gantung semua cinta dan sayang suka dan kasih kau gantung hingga tak jelas tak tentu arah qu tak tau harus bagaimana lagi mencoba tuk memahamimu dan mengertimu betapapun ku berusaha agar kamu mencintaiku dengan sepenuh hatimu dan membiarkanku memilikimu seutuhnya tetap saja ku tak bisa betapa berusahanya aq makin berusahanya aq betapa pun hati ini berontak, marah, benci namun qu tak sanggup qu terlalu mencintaimu hingga tak mampu hati ini membencimu setiap saat qu bahagia mengenang, mengingat, menjalani hari bersama kamu namun pada saat bersamaan kamu buat ku sedih, menangis dan tertekan kadang qu berfikir untuk apa qu berubah kalau ternyata qm tak akan menjadi milikqu aq tetap kan bahagia walau sakit hari-hari terakhirku di indonesia menjadi satu kenangan berarti bagiku