bekasi blogger pada amprokan

Inilah awal menjadikan "Bekasi Bersih Partisipasi Blogger" Setelah selesai berkunjung ke Tugu Bina Bangsa sahabat Blogger kembali ke Bus masing-masing untuk melanjutkan perjalanan ke UKM Boneka yang letaknya di Kelurahan Sumur Batu Kampung Ciketing Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi. Berangkat pukul 09.30 wib dari GOR Bekasi, semua bus jalan beriringan dikawal oleh Polisi Lalu Lintas menuju Kel.Sumur Batu. Perjalanan memakan waktu satu jam disebabkan karena ada sedikit kemacetan di setiap perempatan ditambah lagi jalan masuk menuju kampung Ciketing yang begitu sempit. Tapi semua sahabat Blogger menikmati perjalanan ini karena sebagian dari mereka baru pertama kalinya berkunjung ke Kota Bekasi. Sesampainya disana hadir HIKPIB atau Himpunan Industri Kecil Pengrajin Boneka Kota Bekasi menyambut kedatangan Sahabat Blogger Nusantara. HIKPIB berdiri sejak tanggal 1 Januari 2005 yang beranggotakan Home Industri Boneka yang tersebar di Kecamatan Bantar Gebang, Jati Asih, Mustika Jaya, Rawalumbu, Bekasi Barat dan Bekasi Selatan. 

 
Disela-sela acara tersebut hadir pula Bapak Wakil Walikota Bekasi, H.Rahmat Efendi memberikan sambutan dan penjelasan mengenai Usaha Mikro Menengah yang dikelompokkan menjadi 7 diantaranya:
Kelompok makanan dan minuman, Kelompok ikan hias, Kelompok tanaman hias, kelompok kerajinan, kelompok paiet, kelompok bordir dan yang terakhir kelompok boneka. Harapan beliau adalah agar PPKIPM atau Proses Perijinan Investasi cepat masuk ke Kota Bekasi. Kendalanya adalah masih banyak keluhan-keluhan dari masyarakat namun sesungguhnya perekonomian nasional dikuatkan karena banyaknya industri-industri kecil yang berkembang. Seperti Amanah Toys lokasi kunjungan kami saat ini, terdiri dari 6 karyawan laki-laki dan 40 karyawan wanita dalam setahun dapat memproduksi 200.000 buah Boneka. Mesin bordirnya sudah memakai sistem komputerisasi. Kota Bekasi memang saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan ekonomi rakyat.
Setelah kunjungan ke UKM Boneka selesai, perjalanan dilanjutkan ke TPA Sumur Batu yang letaknya tidak jauh dari UKM tersebut. Berdiri sebuah tenda di samping TPA mengajak sahabat blogger beristirahat sejenak dan mendengarkan penjelasan sedikit mengenai TPA Bantar Gebang. Sebanyak 6000 pemulung mengabadikan hidupnya di TPA Bantar Gebang Bekasi yang mayoritas dari penduduk Karawang. TPA tersebut di bagi menjadi 4 Zona, Zona 1 dan 2 sedang ditutup, Zona 3 sedang operasional sedangkan zona 4 sedang dilelangkan untuk diameminnya. Luasnya mencapai 108 Hektar yang dimiliki oleh DKI ditambah lagi 3 Hektar. Sehingga dengan begitu pemerintah dapat  menyediakan energi listrik sebesar 120 Kva. Mekanismenya adalah sampah-sampah tersebut herus dilakukan CDM. Sedangkan sampah yang sudah tidak dioperasikan lagi harus ditutup semuanya untuk mencegah penyerapan air hujan agar tidak menghambat pertumbuhan gas metan. Saat ini CDM Project yang ada dipulau Jawa baru ada di Kota Bekasi saja, sedangkan diluar pulau jawa ada di Bali, Pontianak, Palembang dan Makassar. Fungsi khas dari Gas Metan ini adalah untuk mengurangi Gas Rumah Kaca. Seperti yang disetujui oleh Negara Indonesia saat ada pertemuan di Belanda, Indonesia berjanji  akan mengurangi Gas Rumah Kaca sebesar 25%. Sekarang ini Project CDM di  pegang langsung oleh PT GIKOKO selain sebagai Investor juga sebagai Project Developer. Dan ini sama sekali tidak membebani anggaran daerah sedikitpun.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Pujangga

Mengunci Hati

Kuterjaga