kisah ladang

di dangau inilah terurai cerita
bersama saat fajar tiba
mengegah dipinggiran bencah
menyaksikan hijaunya gaga
seri gunung begitu sempurna

rasakan embun pagi hari
buatku tergiur tuk turun
mendiami pemukiman
panorama laksana nirwana

sepagian hiasi perhatian
menikmati dinginnya hati
qu fikir tak ubahnya...
manakala lazuardi menyapa
indahanya pagi yang cerah

bersimpuhqu mendekap selimut
langit biru sejukkan fikiran
qu ukir namamu pada batu nilam
syair terhenti...diriqu bergumam
bertitah dengan alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Pujangga

Mengunci Hati

Kuterjaga