Ultah-Qu

Angin itu telah pulang kepangkuanmu
Sekian lama pergi
Disaat detik-detik jam berdenting
Di kesunyian…larutnya malam
Terlelap dalam mimpi-mimpi indah mereka
Yang selalu dinanti dalam sekali setahun

Tiada terungkapkan rasa syukur
yang lebih dalam dari lautan atlantik membentang
tiada terbendung rasa bahagia
seperti banyu yang bergelombang
disaat berganti usiamu yang bertambah satu

kerlap-kerlip cahaya bintang ceria
rumput hijau gembira menari-nari
mentari tersenyum ketika bangun dari tidurnya
ikut bergembira menyapa hari istimewamu

biarkan angin, badai, pergi saat menyapamu
biarkan kaki mu melangkah jauh
biarkan anganmu menggapai syurga
biarkan mimpimu berbuah manis

namun niat hati yang kuat tuk
menggapai cita-citamu
tak akan luntur ditelan lumpuran bumi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Pujangga

Mengunci Hati

Kuterjaga